JALAN
KESUBANG
Cerita ini di
awali pada saat satu sahabatku telah meninggal dunia, dan saya ingin pergi ke
makam sahabatku di SUBANG karna pada saat pemakaman aku tidak bisa hadir untuk
mengaantarkannya ke peristirahata terakhirnya. Lalu saya mengajak sahabatku
yang lain untuk jiarah kemakam.
Pada tanggal 25
desember 2014 saya berangkat dengan 2 sahabatku yang bernama alvy dan syadan.
Sebelum berangkat kita berkumpul di rumah alvi yang berada di daerah PABUARAN,
setelah kumpul lalu saya dan alvi pergi sebentar untuk membeli bunga melati.
Setelah membeli kita langsung jalan ke SUBANG dengan menggunakan BIS yang ada
di kampung rambutan, seharusnya si perjalanan yang kita lakukan tidak lama
palingan hanya 4 jam perjalanan tapi ini malah lebih dati perkiraan kita karna
pada saat kita jalan tanggal 25 itu adalah tanggal merah.
*sudah sampai
di subang*
Kita langsung
menelpon orang tua almarhum untuk menjemput kita di depan gang, setelah 10
menit menuggu datang lah ayah dan kita langsung menuju rumah. Lalu kita
beristirahat sebentar untuk minum dan makan, setelah beristirahat kita langsung
ke makam dan diantar oleh ayah dengan berjalan kaki. Sudah sampai di makan kita
langsung duduk dan menaruh bungga di makam dan kita langsung membacakan doa
untuk almarhum. Setelah kita sudah membacakan doa lalu kita pulang, tadinya
kita mau langsung balik bogor tapi kita di perbolehkan pulang sama ayah. Lalu
kita menginap disana untuk beristirahat agar besok segar untuk pulang.
*kebesokan
harinya*
Kita langsung
membersihkan badan, makan, dan siap-siap untuk pulang tapi si alvi minta kepada
kita untuk bermain sebentar untuk melihat daerah sekitar. Lalu kita kesawah
untuk foto-foto dan lalu kita kemakam kembali untuk pamit dan mengambil foto
kuburan almarhum. Setelah itu semua kita pulang dengan di antar oleh ayah ke
depan karna kita pulang dengan naik bis lalu kita di ongkosi oleh ayah sampai
bogor.
Sudah di sampai
di bogor kita langsung mencari makanan yang ada di pinggi jalan dan kita semua
tidak mengeluarkan duit sedikit pun pada saat kita makan karna ayah telah
mengasih uang kekita. Lalu makan lah kita dengan hati yang senang walaupun
sedih karna sudah tidak ada lagi sahabat kita yang sudah dahuluan meninggalkan
kita tapi kita tidak berfikir dia sudah tiada melainkan dia selalu ada di antara
kita.
Bagaimana pun
persahabatan itu aah yang paling utama kan bukan yang lain susah senang kita
selalu bersama. Selamat tinggal sahabatku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar