Jumat, 05 Juni 2015

TULISAN 8 : JALAN KESUBANG



JALAN KESUBANG


          Cerita ini di awali pada saat satu sahabatku telah meninggal dunia, dan saya ingin pergi ke makam sahabatku di SUBANG karna pada saat pemakaman aku tidak bisa hadir untuk mengaantarkannya ke peristirahata terakhirnya. Lalu saya mengajak sahabatku yang lain untuk jiarah kemakam.

          Pada tanggal 25 desember 2014 saya berangkat dengan 2 sahabatku yang bernama alvy dan syadan. Sebelum berangkat kita berkumpul di rumah alvi yang berada di daerah PABUARAN, setelah kumpul lalu saya dan alvi pergi sebentar untuk membeli bunga melati. Setelah membeli kita langsung jalan ke SUBANG dengan menggunakan BIS yang ada di kampung rambutan, seharusnya si perjalanan yang kita lakukan tidak lama palingan hanya 4 jam perjalanan tapi ini malah lebih dati perkiraan kita karna pada saat kita jalan tanggal 25 itu adalah tanggal merah. 

          *sudah sampai di subang*

          Kita langsung menelpon orang tua almarhum untuk menjemput kita di depan gang, setelah 10 menit menuggu datang lah ayah dan kita langsung menuju rumah. Lalu kita beristirahat sebentar untuk minum dan makan, setelah beristirahat kita langsung ke makam dan diantar oleh ayah dengan berjalan kaki. Sudah sampai di makan kita langsung duduk dan menaruh bungga di makam dan kita langsung membacakan doa untuk almarhum. Setelah kita sudah membacakan doa lalu kita pulang, tadinya kita mau langsung balik bogor tapi kita di perbolehkan pulang sama ayah. Lalu kita menginap disana untuk beristirahat agar besok segar untuk pulang.

          *kebesokan harinya*

          Kita langsung membersihkan badan, makan, dan siap-siap untuk pulang tapi si alvi minta kepada kita untuk bermain sebentar untuk melihat daerah sekitar. Lalu kita kesawah untuk foto-foto dan lalu kita kemakam kembali untuk pamit dan mengambil foto kuburan almarhum. Setelah itu semua kita pulang dengan di antar oleh ayah ke depan karna kita pulang dengan naik bis lalu kita di ongkosi oleh ayah sampai bogor.

          Sudah di sampai di bogor kita langsung mencari makanan yang ada di pinggi jalan dan kita semua tidak mengeluarkan duit sedikit pun pada saat kita makan karna ayah telah mengasih uang kekita. Lalu makan lah kita dengan hati yang senang walaupun sedih karna sudah tidak ada lagi sahabat kita yang sudah dahuluan meninggalkan kita tapi kita tidak berfikir dia sudah tiada melainkan dia selalu ada di antara kita.

         Bagaimana pun persahabatan itu aah yang paling utama kan bukan yang lain susah senang kita selalu bersama. Selamat tinggal sahabatku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar