Rabu, 10 Juni 2015

TULISAN 10 : PENSI SEKOLAH


PENSI SEKOLAH

                Ini ceritakan tentang seorang sahabat ku yang bernama Sasha, dia berbeda sekolah dengan ku. Dia bersokalah tidak jauh dari rumahnya yang berada di daerah jati asih. 

          Pertama kali ketemu di sekolah ku pada saat itu ada acara pensi dan saya sebagai panitia dari acara tersebut, pada acara berlangsung ada seorang wanita yang menghampiri saya untuk minta tolong mengantarnya ke tempat pendaftaran audisi. Dengan senang hati aku mengantarnya dan kita saling berkenalan, dengan sedikit grogy aku mengenalkan nama dan dia mengenalkan namannya juga. Ternyata ada adenya yang bersekolah juga di sekolah yang sama dengan saya
.
          Lalu setelah mengisi pendaftaran kita saling tukar no hp dan tukaran pin, dan tidak sengaja aku mengajaknya makan di kantin sekolah. Aku memesankan makanannya dan minumnya, setelah makan kita bberjalan kedepan untuk melihat acara pensi dan dia bersiap siap untuk tampil di acara pensi itu.

          Lalu dia menyayikan sebuah lagu dari ADELE dengan judul don’t you remember dan dia mbernyayi sangat lah bagus membuatku tidak lupa dengan lagunya.

          Setelah acara selesai aku mengantarnya kerumah dan bermain sejenak sampai berapa jam kemudia aku kembali ke sekolah untuk memberi koreksi dengan acara yang sudah dia adakan.

          Lalu kita pulang semua, dan esokan hari nya aku mengajak dia main untuk berjalan jalan dan seterusnya sampai LULUSAN SMA. Tapi sekarang dia sudah pergi ke makasar tapi sampai sekara kita tetap berkomunikasi.

Jumat, 05 Juni 2015

TULISAN 9 : JALAN-JALAN MURAH



JALAN-JALAN MURAH 

          Cerita selanjutnya sekita 2 tahun lalu di dunia fantasi, waktu itu Dufan itu lagi promo jadi tiket masuk lebih muraha hanya Rp 100.000,-. Saya lupa siapa aja yang pergi waktu itu pastinya banyak yang pergi, perjalanan ini sudah direncanakan sebelumnya jadi semua sudah di persiapkan seperti makanan, minuman dan baju ganti.
       


Pertama kita berangkat dengan menaiki bus transjakarta mungkin karna lebih murah naik itu, dan dilanjutkan dengan jalan kaki. Setibanya di Dufan kita langsung menukarkan tiket kita semua dan lanjut perjalanan ke tempat permainan. Ada satu permainan yang sangan saya inginkan tapi engak tau kenapa takut pada saat ingin menaikinya. Lalu kita semua berpencar dan saya bersama teman saya dari SMA kelas 1 dia adalah panji kita berjalan-jalan, makan dan menaiki wahana.

          Pada saat jalan saya ingin menaiki sebuah permainan itu tapi antriannya sangan lama akhitrnya kita berdua saja yang mengantri dan desak-desakan. Lalu setelah naik di wahana teman ku ada yang muntah dan ada juga yang teler karna permainan itu muter muter dan menjadi pusing akhirnya kita semua duduk dan beristirahat.

          *setelah jalan jalan selesai*

          Kita semua langsung menuju rumah dengan menggunakan bus transjakarta lagi, saking penuhnya bus kita menunggu sampai 3 bus lewat dan akhirnya kita dapet bus tapi duduk kita semua terpencar.

TULISAN 8 : JALAN KESUBANG



JALAN KESUBANG


          Cerita ini di awali pada saat satu sahabatku telah meninggal dunia, dan saya ingin pergi ke makam sahabatku di SUBANG karna pada saat pemakaman aku tidak bisa hadir untuk mengaantarkannya ke peristirahata terakhirnya. Lalu saya mengajak sahabatku yang lain untuk jiarah kemakam.

          Pada tanggal 25 desember 2014 saya berangkat dengan 2 sahabatku yang bernama alvy dan syadan. Sebelum berangkat kita berkumpul di rumah alvi yang berada di daerah PABUARAN, setelah kumpul lalu saya dan alvi pergi sebentar untuk membeli bunga melati. Setelah membeli kita langsung jalan ke SUBANG dengan menggunakan BIS yang ada di kampung rambutan, seharusnya si perjalanan yang kita lakukan tidak lama palingan hanya 4 jam perjalanan tapi ini malah lebih dati perkiraan kita karna pada saat kita jalan tanggal 25 itu adalah tanggal merah. 

          *sudah sampai di subang*

          Kita langsung menelpon orang tua almarhum untuk menjemput kita di depan gang, setelah 10 menit menuggu datang lah ayah dan kita langsung menuju rumah. Lalu kita beristirahat sebentar untuk minum dan makan, setelah beristirahat kita langsung ke makam dan diantar oleh ayah dengan berjalan kaki. Sudah sampai di makan kita langsung duduk dan menaruh bungga di makam dan kita langsung membacakan doa untuk almarhum. Setelah kita sudah membacakan doa lalu kita pulang, tadinya kita mau langsung balik bogor tapi kita di perbolehkan pulang sama ayah. Lalu kita menginap disana untuk beristirahat agar besok segar untuk pulang.

          *kebesokan harinya*

          Kita langsung membersihkan badan, makan, dan siap-siap untuk pulang tapi si alvi minta kepada kita untuk bermain sebentar untuk melihat daerah sekitar. Lalu kita kesawah untuk foto-foto dan lalu kita kemakam kembali untuk pamit dan mengambil foto kuburan almarhum. Setelah itu semua kita pulang dengan di antar oleh ayah ke depan karna kita pulang dengan naik bis lalu kita di ongkosi oleh ayah sampai bogor.

          Sudah di sampai di bogor kita langsung mencari makanan yang ada di pinggi jalan dan kita semua tidak mengeluarkan duit sedikit pun pada saat kita makan karna ayah telah mengasih uang kekita. Lalu makan lah kita dengan hati yang senang walaupun sedih karna sudah tidak ada lagi sahabat kita yang sudah dahuluan meninggalkan kita tapi kita tidak berfikir dia sudah tiada melainkan dia selalu ada di antara kita.

         Bagaimana pun persahabatan itu aah yang paling utama kan bukan yang lain susah senang kita selalu bersama. Selamat tinggal sahabatku.

TULISAN 7 : MUNARA



MUNARA


Munara ini adalah sebuah gunung yang indah, tempat ini menjadi cerita ku selanjutnya dengan 7 orang yang mendaki gunungnya dengan nama pendaki : saya dony saputra, amri, abdilah, imadudin, fran, esa dan riyan.
Perjalanan ini pada saat libur kuliah pertama kita semua berkumpul di kosan amri pukul 7 pagi dan semua terkumpul jam 8 dan kita langsung jalan ke munara dengan beriringan mengunakan sepeda motor. Kita berjalan dengan cepat karna takut pada saat perjalanan mengalami kemacetan, kita mengambil jalan yang mudah di dan tidak terlalu macet. Lalu kita berhenti sejenak di rumah makan padang untuk mengisi perut yang kosong dan 2 orang pergi untuk membeli cemilan dan air. Setelah selesai makan dan membeli  kita langsung berjalan dengan kecepatan yang lumayan cepat.
*beberapa jam kemudia*
Sampailah kita di kaki gunung munara dan kita langsung menaruh kendaraan kita dan mengisi biodata, sebagian dari kami membuat tulisan untuk di foto diatas. Setelaha itu semua kita berjalan dengan pelan-pelan karna jalan yang kita lewati sangat lah miring dan medannya cukup susah. Pada saat pejalanan kita sambil berbincang bincang dan sesekali kita berhenti untuk beristirahat. Setelah berjalan cukup lama kita sampai di atas gunung walaupun belom sampai di puncak pas nya lalu kita beristirahat dan mengambil foto untuk menjadikan kenangan. Lalu setelah beristirahat kita langsung melanjutkan perjalanan keatas tapi perjalan ini lebiih mirih dan lebih susah dari perjalanan yang tadi tapi itu semua tiddak menghalagin kami untuk sampai atas gunung.
Setelah lama berjalan sampai lah kita di batu yang mirip wajah orang, lalu kita beristrahat sejenak, setelah beristirahat kita pun jalan ke arah puncak gunung dengan perlahan-lahan. Sudah lama kita berjalan kita sampai di puncak tertinggi munara dan kita langsung foto-foto dan beristirahat. 
Kita cukup lama disana hampir 1 jam kita disana tapi karna waktu yang memisahkan kita semua, lalu kita langsung turun dengan cepat karna hari semakin sore. Kita turun gunung dengan jalan cepat dan sesekali kita berlari agar cepat samapi bawa.
Sudah sampai bawah kita langsung menuju kendaraan kita dan kita pun langsung pulang. SELESAI.

TULISAN 6 : GUNUNG API PURBA



GUNUNG API PURBA

          Perjalan ini bisa di sebut dengan lanjutan yang persahabatan si.. Karna perjalanan ini sewaktu saya di yogyakarta di daerah gunug kidul.
          Awal mperjalanan ini pada saat saya ber 6 di rumah saudara teman aku, kami jalan ke daerah gunung pukul 09 pagi sehabis makan. Kami tidak membawa peralatan seperti yang biasanya orang menanjak gunung, tapi kami hanya membawa air minum, hp, makanan kecil dan sebuh kamera.
          Kita ber 6 jalan ke gunung menaiki mobil pribadi dan ada saudara dari teman kami membawa mobinya. Perjalanan sangat lah lumayan jauh hapir seitar 1 jam kami berjalan dan bercerita di dalam mobil. Setelah berapa lama kemudia kita menunggu sampailah kita di bawah kaki gunung api purba, tidak berfikir lama kita langsung menuju pos untuk mengisi data nama kita semua.
          Setelah mengisi data kita langung mendaki gunugn tersebut dan perjalanan mendaki itu saya yang memimpin perjalanan ya walaupun saya sendiri tidak mengetahui medan perjalanan di atas. Karna kita berjalan bukan semua laki-laki tapi ada 2 wanita yang selalu menemani kita kemana pun kita jalan.
          Setelah berjalan cukup lama kita semua sampai di Pos 1 dan kita semua beristirahat disana sejenak dan kita semua mengambil foto pemandangan untuk dokumentasi kita sendiri. Lalu saya mengajak teman ku untuk menanjak lagi tetapi semua tidak mau karna semuanya sudal lelah tapi saya ingin menajak dan meyelasikan sampai atas gunung. Lalu saya pamitan sama saya untuk mendaki ke atas tapi saya menyuruh mereka untuk tinggal pos 1 agar nanti saya turun saya bisa menjemput.
          Lalu pas saya mau berjalan ada 2 wanita yang menghampiri saya untuk mengajak sampai atas gunung, lalu saya berkata “yasudah oleh mbak”. Dan kita ber3 pun jalan, tapi tidak lama kita jalan sekitar berapa menit kemudia 2 wanita itu menghilang, tapi saya tidak berfikir aneh apa mungkin mereka ber2 ketiggalin di belakang. Lalu saya melanjutkan sampai atas puncak.
          *setelah lama berjalan*
          Sampailah aku di atas gunung dan saya mengambil gambar dengan kamera untuk dokumentasi, lama aku di atas sendiri tapi banyak orang di atas sana dan aku juga beristirahat untuk minum dan makan cemilan.
          Lalu setelah lama disana aku tidak memikirkan untuk turun kebawah sampai pukul 5 sore, tiba tiba sejenak aku melihat ada orang disana dengan teman temannya lalu aku keingat dengan yang lain. Lalu aku turun kebawah tapi tidak tahu kenapa aku lupa jalan yang aku lewati tapi aku malah mengambil jalan yang berbeda. Aku pertama berjalan tapi tiba tiba aku berlari karna hari makin gelap dan aku tidak membawa senter dan hp ku ketinggalan sama temen ku.
          Lalu aku berlari dan terus berlari namun hari semakin gelap dan tidak ada cahaya sama sekali, dan aku nhanya mengunakan cahaya rembulan dan sebuah kamera. Aku berlari tidak tahu arah yang aku jalanin sesekali aku menjepretkan kamera untuk melihat jalan mana yang harus aku ambil. Tiba-tiba ada sebuah kucing namun aku kaget kenapa ada kucing di atas gunung? Tapi kucing itu tidak mau pergi karna aku sudah mengusir. Kucing itu pun mengantar aku sampai bawa dengan cara mengeluarkan meongannya. Lalu belom samapi bawah tapi sudah melihat cayaha dari rumah warga kucing itu menghilang entah kemana dan aku sudah sampai sekita jam 9 malam itu pun aku lihat jam warga setempat.
          Lalu aku mampi di rumah warga untuk mengantar aku sampai di pos 1 tapi itu lumayan lama perjalannannya. Setelah sampai aku langsung ke pos dan meminta untuk menghubugi pos 2 yang berada di atas untuk mencarikan teman ku. Setalah 1 jam menungu teman ku sampai di bawaah dan aku di omeli meraka. Langsung kami pulang dengan hati saya yang tajut dan teman ku semua yang ceman akan diri ku

SELESAIN